Skip to main content

Thoriqoh Maulawiyah #3


Orang yang ingin menjadi anggota Maulawiyah disyaratkan harus menjalani latihan selama 1001 hari, dibagi pada periode-periode 40 hari. Selama latihan, calon anggota harus mempelajari al-Matsnawi dengan pembacaan yang benar, teknik tarian berputar, dan silsilah thoriqoh, mulai dari gurunya sampai ke generasi-generasi sebelumnya yang berakhir pada Rasulullah Saw. Setelah latihan berakhir, pemula diberi pakaian resmi di tekye dan diperintahkan terus menjalankan praktek-praktek thoriqoh sampai ia yakin dirinya sanggup berhubungan dengan Tuhan melalui tarian putar, khalwat (pengasingan diri) dan musik.

Inti ajaran tashawwuf ar-Rumi, di samping termuat dalam Diwan Shamas-i Tibriz, paling banyak dimuat dalam sebuah karya besarnya yang terkenal, al-Matsnawi. Buku ini, yang terdiri dan enam jilid dan berisi 20.700 bait syair, berpengaruh besar terhadap perkembangan tashawwuf sesudahnya. Banyak komentar terhadap buku ini yang ditulis oleh para ahli dalam berbagai bahasa, seperti Persia, Turki dan Arab.

Di dunia Barat, thoriqoh yang didirikan Jalaluddin ar-Rumi dikenal dengan sebutan 'lingkaran dervishes' dan pengikut thoriqoh ini sering disebut whirling dervishes (warga thoriqoh yang berputar-putar). Hal tersebut karena thoriqoh ini menggunakan tari-tarian dan musik seraya membunyikan seruling dan drum dengan syair-syair ilabis lagu-lagu sufi Turki sebagai pendukung metode spiritual mereka dan dijadikan sebagai sarana penyadaran spiritual. Dalam beberapa literatur, Thoriqoh Maulawiyah sering ditulis dengan Mevlevi (dalam bahasa Turki). Kegiatan dervishes (anggota Thoriqoh Maulawiyah) meliputi sejumlah latihan tari-tarian, yaitu dua jari kaki memegang sebuah paku di atas lantai, sementara itu guru-guru dervish berada di sekitarnya. Kalangan dervish diwajibkan mengabdi kepada guru sufi, bahkan terdapat semacam pembekalan dalam penyelenggaraan pertemuan ritual mereka.

Kehadiran sang pendiri, yakni Jalaluddin ar-Rumi, dianggap benar-benar terjadi di dalam praktik ritual mereka, dan sejumlah dervish memiliki hubungan personal dengannya. Tarian sufi secara resmi dijadikan sebagai bagian dan metode ritual Thoriqoh Maulawiyah oleh Sultan Walad.

Source: instagram.com/tamansufi.id

Comments