Skip to main content

Thoriqoh Maulawiyah #2


Pada tahun 1925 M kegiatan Thoriqoh Maulawiyah di Turki dilarang oleh Kamal Attaturk, demikian juga segala jenis thoriqoh, sejak sekularisasi diberlakukan di negeri ini pada 1928 M. Pada tahap selanjutnya, sejumlah pengikut Thoriqoh Maulawiyah kemudian sering menampilkan pertunjukan musik dan tari-tarian mereka di Barat.

Tetapi, sejak 1954 M. mereka diperkenankan mengadakan sama' pada peringatan ulang tahun wafatnya Jalaluddin ar-Rumi pada 17 Desember di Konya. Walaupun tidak dalam ruang utama, mereka juga mengadakan pertunjukan di luar negeri. Thoriqoh Maulawiyah beserta karya-karya ar-Rumi mempunyai pengaruh terbesar di anak benua Indo-Pakistan. Thoriqoh Hisytiyah Nidzamuddin Auliya', misalnya, mendapatkan pengaruh nyata, ketika Hisyti membolehkan tarian mistik dan cenderung memberikan ungkapan terhadap jiwa penuh semangat dari sajak-sajak ar-Rumi.

Para pengikut Maulawi juga terdapat di Syria, Mesir, dan negara-negara lainnya yang menjadi bagian wilayah kekuasaan Imperium Utsmani. Namun pada zaman sekarang ini, hanya terdapat beberapa cabang yang tetap aktif yakni di Istambul, Anatolia, dan Konya, serta belakangan ini juga sudah terdapat di Amerika Utara, dan Indonesia.

Pada awalnya, Thoriqoh Maulawiyah ini mendapat dukungan kuat dan kalangan penguasa Turki Utsmani dan kalangan seniman. Disebutkan bahwa semenjak 1648 M, pemimpin Thoriqoh Maulawiyah mendapat hak istimewa memakaikan pedang kepada seorang sultan yang baru dilantik. Para sultan nampaknya mendekati thoriqoh Maulawiyah untuk menghadapi penganut Thoriqoh Bektasyi (aliran thoriqoh yang tertua yang berpengaruh di Turki) yang mendukung Janissary untuk melawan pemerintahan. 
Selain itu juga untuk menghadapi ulama yang mendukung perlakuan istimewa masyarakat muslim yang lebih dari kaum Zimmi.

Sultan Abdul Aziz (1861-1876) dan sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah 1909-1918), keduanya sultan kekhalifahan Utsmani (Ottoman), tercatat sebagai anggota Thoriqoh Maulawiyah. Pada 1634 Sultan Murad 1V (1623-1640 M) Maulawiyah. memberikan kharaj (dana yang dikumpulkan dari umat Islam untuk membiayai kegiatan Thoriqoh Maulawiyah) DiKonya untuk Thoriqoh Maulawiyah.

Source: instagram.com/tamansufi.id

Comments