Skip to main content

Thoriqoh Dasuqiyah #3


Pertama, memelihara adab dan aturan syari'at, yang didasarkan atas al-Qur'an dan sunnah Nabi Saw. Mengenai hal ini, al-Dasuqi berkata, “Syari'at adalah pohon dan hakikat adalah buahnya. Barangsiapa yang ingin menjadi anakku (maksudnya: pengikut thoriqonya) hendaklah ia mengekang nafsunya di dalam botol syari'at, yang ditutupnya dengan tutup hakikat, dan dilemahkannya dengan mujahadah.

Kedua, menjauhi segala yang haram dan syubhat. Mengenai hal ini al-Dasuqi berkata, “Makanan yang haram menghambat amal dan merendahkan agama; Perkataan yang haram merusak amal orang mubtadi' (pemula dalam mengamalkan tasawuf). Selama alat perasaanmu merasakan yang haram, jangan engkau berharap akan dapat merasakan kelezatan hikmat dan ma'rifat.

Ketiga, senantiasa waspada dalam menghadapi godaan hawa nafsu. Al-Dasuqi berkata, “Minuman kaum ini (pengikut thoriqonya) tidak akan diminum oleh orang yang di dalam hatinya terdapat kekeruhan karena kotoran rohani, sisa-sisa kegelapan, gelora nafsu, godaan setan, kesombongan, dan dahaga jiwa kepada kebejatan.

Keempat, senantiasa ingat akan Allah swt. Dalam keadaan bagaimanapun. Untuk itu, al-Dasuqi berkata, “Sang murid harus membersihkan dirinya dari kelalaian dan kelemahan dalam berdzikir kepada Allah swt. sebagaimana ia harus membersihkan dirinya dari maksiat.

Kelima, membiasakan lapar karena lapar mempermudah pelaksanaan ibadah dan menghilangkan rasa malas. Al-Dasuqi berkata, “Bekal pemula thoriqoh ialah kesanggupannya menahan lapar sementara matanya basah oleh air mata, niatnya senantiasa kembali kepada Tuhan ia memperbanyak puasa.

Keenam, tidak terpesona oleh bunga-bunga dunia yang menyebabkan diri seseorang jatuh menjadi budaknya. Al-Dasuqi memperingatkan, “Wahai anakku, janganlah kamu terpesona oleh hiasan duniawi, alat transportasinya, busananya, perabotannya, aksesorisnya, dan keuntungannya, tetapi ikutilah cara hidup Nabimu. Kalau kamu tidak sanggup, ikutilah cara hidup gurumu. Jika tidak kamu ikuti, niscaya kamu menjadi binasa”.

Ketujuh, bergaul dengan orang yang berakhlak luhur. Mengenai hal ini al-Dasuqi berkata, “Wahai anak-anakku, janganlah kamu bergaul dengan penipu, pembohong dan orang panjang lidah.

Kedelapan, ikhlas dalam melakukan segala amal. Al-Dasuqi berkata, “Jika engkau anakku dan pengikutku yang sebenarnya, maka ikhlaskanlah ibadahmu karena Allah swt. minta nasihatlah kepada kalbumu, dan jangan engkau campurkan amalmu dengan dirham (keduniawian).

Kesembilan, patuh terhadap perintah dan larangan syaikh mursyid (pimpinan thariqah). Al-Dasuqi berkata, “Sesungguhnya seorang Syaikh adalah bapak rohani, maka anak tidak boleh membantah terhadap orang tuanya.

Kesepuluh, tujuan akhir yang hendak dicapai dalam thoriqoh ini ialah fana‟ dalam penyaksian wujud. Ini terkesan dari ucapan al-Dasuqi yang mengatakan bahwa tobat golongan istimewa (al-khawwash) merupakan penghapusan segala sesuatu selain Allah swt.

Source: instagram.com/tamansufi.id

Comments