Skip to main content

Thoriqoh Dasuqiyah #1


Ibrahim al-Dasuqi mempelajari thoriqoh dari beberapa masyayikh imam thoriqoh besar diantaranya Nuruddin Abd al-Shamad al-Nazhari dan juga Abu Hasan al-Syadzili.

Thoriqoh Dasuqiyah biasa pula disebut Thariqah Ibrahimiyah, sebutan yang berasal dari nama pendirinya Ibrahim. Juga biasa disebut Thoriqoh Burhaniyah, sebutan yang berasal dari nama panggilan Ibrahim al-Dasuqi, yaitu Burhanuddin.

Pada mulanya Ibrahim al-Dasuqi adalah murid setia Abu al-Hasan Ali al-Syadzili (w. 1258 M), pendiri Thoriqoh Syadziliyah. Ia belajar kepada al-Syadzili bersama Abul Abbas al-Mursi (pengganti al-Syadzili, w.1287 M) sampai memperoleh ijazah untuk mengajarkan thoriqoh Syadziliyah. Kehausan jiwanya untuk mereguk piala kerohanian membuat ia tidak puas mempelajari satu thoriqoh saja.

Oleh sebab itu, ia pun mempelajari Thoriqoh Ahmadiyah kepada pendirinya, Sayyid Ahmad al-Badawi (Maroko, w. 1276 M), yang bertempat tinggal di Thanta (Mesir), sehingga ia pun memperoleh ijazah untuk mengajarkan thoriqoh ini.

Bahkan ia mempelajari Thoriqoh Rifa'iyah yang sedang popular di Mesir ketika itu, terutama sekali karena keunikannya dalam mengajarkan permainan debus dan kekebalan terhadap benda-benda tajam.

Thoriqoh Rifa'iyah dipelajari al-Dasuqi dari Abul Hasan Ali al-Syadzili, yang mempelajari thoriqoh ini dari kakek al-Dasuqi sendiri, yaitu Abul Fath al-Wasithi (w. 1234 M). Di samping itu, al-Dasuqi juga mempelajari thoriqoh itu dari Sayyid Ahmad al-Badawi, yang menerima baiat thoriqoh ini secara langsung dari pendirinya Syaikh Ahmad bin Ali Abu al-Abbas al-Rifa'i.

Menurut sebuah sumber, al-Dasuqi juga mempelajari Thoriqoh Suhrawardiyah dari Najmuddin Mahmud al-Isfahani, seorang sufi dari Isfahan.

Dari kajian panjang tentang thoriqoh yang telah dipelajarinya itu, al-Dasuqi merumuskan thoriqoh tersendiri, yang mengajarkan dzikir, doa, dan hizib (sejenis wirid) yang dirangkainya sendiri. Ajaran inilah yang disebut Thoriqoh Dasuqiyah. Thariqah ini berkembang di Mesir dan pada abad ke-19 telah meluas ke Suriah, Hijaz, dan Hadhramaut.

Dari thoriqoh ini kemudian muncul sempalan, yaitu Syarnubiah dan Sa'idiyah Syarnubiyah. Dewasa ini Thoriqoh Dasuqiyah masih didapati di wilayah tersebut di atas dan masih mendapat banyak pengikut di Mesir.

Source: instagram.com/tamansufi.id

Comments