Skip to main content

Thoriqoh Malamatiyah #3


Dalam thoriqoh Malamatiyah dzikir dibagi menjadi 4 macam:
1. Dzikir Lisan: dilaksanakan Sâlik dengan menggunakan lisan sementara hatinya lupa, Sâlik masih mengharapkan pahala atau ingin mencapai maqâm-maqâm tertentu dan ingin diterima di kalangan tertentu. Ini adalah dzikir Sâlik umum;

2. Dzikir Qalb (hati): setelah Sâlik bisa melaksanakan dzikir lisan dengan baik, selanjutnya Sâlik menghentikan dzikir lisan dan beralih melaksanakan dzikir qalb (hati). Sâlik pada tahap ini menghitung kenikmatan-kenikmatan yang diterima sementara dia lupa terhadap dzat pemberi nikmat, sibuk memperhatikan karunia lupa terhadap pemberi karunia, ingin mendapat pahala, merasa sudah mencapai maqâm-maqâm tertentu. Ini adalah bentuk terendah dari kedudukan terendah dan paling jauh. Munculnya keinginan batin yang memandang pada tujuan sebagai pertimbangan perwujudan awal;

3. Dzikir Sirri: setelah Sâlik melaksanakan dzikir lisan dan qalb lalu Sâlik menghentikan kedua dzikir tersebut dan beralih melakukan dzikir sirri.Kendala yang ada pada dzikir sirri adalah terpautnya pengaruh dzikir qalb.
Dzikir sirri adalah dzikir keagungan, disebut juga Haibah atau dzikir sifat, ini mulai dirasakan Sâlik sebagai pendekatan (Taqarrub). Dzikir ini menimbulkan rasa takut, tunduk dan khawatir. Timbulnya rasa khawatir (Haibah), rasa wujud dan ini kebalikan Fana‟;

4. Dzikir Ruh: setelah Sâlik bisa melaksanakan dzikir lisan, qalb dan sirri lalu Sâlik menghentikan ketiga dzikir tersebut dan berganti dengan dzikir ruh. Kendala awal yang dialami oleh Sâlik pada dzikir ruh adalah munculnya dzikir sirri terhadap ruh. Ini adalah dzikir musyahadah, (Majmû‟ah al-Rasâil al-Imâm al-Ghazâli fi Raudhah al-Thâlibîn, halaman: 104-105).

Source: instagram.com/tamansufi.id

Comments