Skip to main content

Mahasiswa? Kenapa Berorganisasi?


Kita telah sepakat bukan? Bahwa menjadi seorang mahasiswa itu bukanlah hal yang mudah. Namun bisa dipermudah jika kita mau menjalaninya dengan cerdas, baik dan semestinya.

Menjadi mahasiswa bukan hanya sebatas tentang teori yang kita dapat dari kelas perkuliahan, tugas dari dosen yang harus diselesaikan di perpustakaan. Namun, kita juga harus mengikuti arus pergaulan yang ada disekeliling kita, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita, baik bagi cara berpikir kita maupun bagi mental kita.

Perlu dipahami bersama, bahwa di kampus, kita harus mampu membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial/kepeduliaan yang tinggi dan peka terhadap isu-isu yang berkembang ditengah-tengah kehidupan maupun pemikiran masyarakat pada umumnya. Sebagai wujud dari bentuk istilah Agent Of Change yang sering kita dengar. Dan tidak lain--tidak bukan, itu semua bisa kita dapat serta wujudkan dengan cara bergabung di organisasi-organisasi yang ada di kampus.

Sebab, disana kita akan menemukan banyak hal baru yang kita tidak temukan pada jam kelas perkuliahan maupun perpustakaan. Di sana pula, kedewasaan kita dalam menghadapi sebuah masalah akan terbentuk. Tentunya, dari pengalaman yang kita dapatkan.
Sebetulnya, disini organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari mahasiswa. Organisasi akan menjadi sangat penting untuk kebaikan kita semua sebagai seorang mahasiswa, apabila kita menyadarinya. Namun, disayangkan jika kesadaran berorganisasi itu tidak terdapat pada diri dari masing-masing mahasiswa dewasa ini.
Sudah semakin berkurang tampaknya, mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus dewasa ini. Padahal, dengan berorganisasi kita akan mampu menemukan jati diri kita yang sesungguhnya sebagai kaum terdidik/sebagai kaum terpelajar/sebagai kaum intelektual.

Tidak hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen memberi teori di dalam kelas perkuliahan, tetapi kita juga bisa merasakan kepuasan batin menjadi seorang mahasiswa yang peduli/peka terhadap isu-isu yang berkembang ditengah-tengah kehidupan maupun pemikiran masyarakat pada umumnya.

Dalam berorganisasi, kita dapat mengembangkan/melatih kemampuan berbicara. Misalnya saja, kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara dihadapan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan belajar bersama/dilatih oleh senior-senior kita untuk hal itu. Setidaknya, ketika nanti kita keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.

Selanjutnya, tentang ke-kritis-an kita dalam berpikir. Misalnya saja, kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa mengikuti ataupun memberi solusi pada isu-isu yang sedang beredar ditengah-tengah masyarakat, dengan berorganisasi kita akan belajar bersama/dilatih oleh senior-senior kita untuk hal itu. Setidaknya, ketika nanti kita keluar dari organisasi tersebut kita akan lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang sedang beredar ditengah-tengah masyarakat.

Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi adalah keinginan/kemauan. Jika kita sudah mempunyai keinginan/kemauan untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Setelah itu, barulah kita menjalani proses pembelajaran/pelatihan di dalam organisasi tersebut sesuai dengan visi-misi yang dijunjungnya. Berbeda dengan mahasiswa yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.

Saya rasa, betapa pentingnya berorganisasi tidak mampu kita ukur secara formal. Namun, bisa kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang mahasiswa yang pendiam dan jarang bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar ketika melihat ataupun menghadapi kumpulan orang yang akan mendengarkan apa yang akan kita ucapkan.

Seorang mahasiswa akan mengarungi perjalanan panjang untuk meraih mimpinya sebagai seorang sarjana, kemudian mendapatkan pekerjaan yang layak tentunya. Begitulah kira-kira keinginan dan ataupun angan-angan semua mahasiswa yang berjuang keras menempuh perjalanan panjangnya selama duduk di bangku perkuliahan.

Selanjutnya, perjalanan panjang tersebut tidak boleh-lah disia-siakan, karena kita harus bisa memanfaatkan segala hal yang ada, baik untuk memberikan hasil positif bagi diri kita sendiri dan akan lebih baik jika kita juga mampu memberikan dampak positif bagi orang disekeliling kita.

Semoga bermanfaat.

: Achmad Shiva'ul Haq Asjach

Comments