Sajak Gus Ubaid: Penyamun




: Ubaidillah Achmad

penyamun:
tahukah kalian
siapakah penyamun itu
perampas dan perampok

melewati pesta rakyat
negeri berubah gelap
masyarakat dibuat kebingungan
lingkungan lestari dihancurkan
keadilan dibelokkan
kemunafikan dihidupkan
korupsi menjadi hidangan keseharian
pornografi diundangkan di tengah seks dan kekuasaan
bagi mereka dari mereka untuk mereka sendiri

pagi buta:
anak lahir
istri kesakitan
orang tua menjerit
menistai diri
sisa usia senja
sia sia
bohong

keringat pagi pun
masih berbau busuk

siang bolong:
hayal harapan kosong
tertikam kuasa keserakahan
meniti hiasan harta jarahan
ada benci dan kekhawatiran
hangat hembusan nafas

di hari besar agama
duduk di baris depan
di beberapa tempat ibadah
senyum kepalsuan
candu jiwa anak bangsa
selimut kelicikan dan syahwat
atas nama harga diri bangsa
terasing dari ideologi sendiri
dan agama suci

pedagang kambing hitam
mencari dan melepas
sewaktu datang lirih seruling
dari semak reformasi
bahagia dan derita: hanya
kesengsaraan dari semak lembaga negara: hanya

dasi, baju, dan jas
adalah pakaian kebesaran
untuk memastikan mereka bukan pencuri ayam
perampok bayaran
kejahatan recehan

semua bisa menjadi penyamun
tanpa kecuali
silahkan memilih:

penyamun atau menegakkan kemanusiaan dan keadilan
penyamun atau demokrasi yang memerdekakan

mencerahkan untuk semua
bukan mengadili penyelamat negara
hak rakyat dan cita bangsa:

negeri yang bersih dari korupsi
rakyat yang bebas dari belenggu kemerdekaan
hukum yang tegak untuk semu tanpa kecuali
Kebhinnekaan yang tidak kan pernah ternodai

Semarang, 21 Juni 2017
Khadim as Syuffah dan penulis Suluk Cebolek.

Related Posts:

0 Response to "Sajak Gus Ubaid: Penyamun"

Post a Comment