Sajak Gus Ubaid: Perpisahan




kau penunggu angin
hanya satu nafas lagi
pada udara berdiri tegak
pelipur lautan jiwa
untuk sang pengembara
tertidur, sendiri dan damai

pada angin berdiri tegak
kau datang tanpa samudera
pria dan wanita
meninggalkan kebun
menuju kota

malam kebenaran dalam senjaku
hatimu berbuah
Malamku kau mengunjungi
menghiasi harapan dan perpisahan
cinta, sengsara, dan kesedihan
kau pada gelap malam yang mengerikan

fajarmu bersatu bersama angin
menunggu cahaya,
bergabung dengan burung

Semarang, 17 3 2017
: Ubaidillah Achmad

Related Posts:

0 Response to "Sajak Gus Ubaid: Perpisahan"

Post a Comment