Move On! Sudah Gagal Move On, Tertimpa Kenangan Masa Lalu Pula. Piknikmu Kurang Jauh, Guys!!


Apasih moveon itu! Okey, menurut tafsiran beberapa musafir cinta nih :-D Move on berarti kita sudah bisa merelakan si do'i untuk pergi. Tentunya! kita merelakannya dengan ikhlas hati, tanpa adanya unsur paksaan dan ataupun sebagainya. :-D

Nah, dari secuplik tafsiran tersebut diatas. Mari kita ingat-ingat kembali, apakah diri ini sudah move on/merelakan si do'i pergi atau justru malah tenggelam dalam lautan perasaan yang begitu menyiksa dan sebagainya (gagal move on). :-D :-D

Keep calm, semua itu butuh proses guys. Kita tidak bisa melupakan kenangan selagi kita tidak amnesia. Namun begitu, jangan berkecil hati. Sebab dengan kenangan yang ada justru akan membuat kehidupan kita menjadi lebih berwarna.

Kenangan sama si do'i! Kalau nggak bisa dilupakan, trus gimana cara kita move on bang?

Sederhana..
Ciptakan kenangan yang baru, untuk mengkolaborasi warna sekaligus menambah rasa pada kenangan masa lalu dalam kehidupan yang kita jalani saat ini.

Lanjut! ->

Sesuai dengan judul diatas "Move On! Sudah Gagal Move On, Tertimpa Kenangan Masa Lalu Pula. Piknikmu Kurang Jauh, Guys!!"

Seperti apasih ciri-ciri manusia gagal move on? Yes!! Itu adalah pertanyaan yang begitu sering terlintas dalam benak penulis. Dan dari pertanyaan tersebutlah akhirnya penulis memberanikan diri untuk mengkaji lebih dalam perihal gagal move on. :-) :-D

Dan oleh karena itu, tulisan ini untuk mengawali kajian tersebut sebelum kita beranjak ke kajian yang selanjutnya. Well, simak baik-baik yah.. ;-) :-)

Ciri-ciri Gagal Move On
Masih Suka Stalking Akun Medsos Si Do'i
Ya nggk sih! Kita masih suka kepoin akun medsos si do'i? Jujur deh! Jawab saja iya. :-D
Itu tandanya kita masih belum bisa merelakan si do'i buat pergi dari kehidupan kita :-) Karena masih ada rasa yang teramat peduli terhadap keseharian si do'i. ;-)
Ah masak sih bang! Yang seperti itu termasuk dalam kategori gagal move on? Why not!! Buktinya! Masih suka kepoin akun medsos si do'i. Iya tho!! :-D
Masih Nyimpen Barang-barang Pemberian Si Do'i
Ah, kan mubadhir bang. Kalau barang-barang pemberian dari si do'i harus dibuang.
Nah loh, itu barang kalau cuma disimpen, rapi ditempat yang kaga terjangkau dari mata kita sih masih wajar ya. But, kalau barang-barang itu kita jadikan konsumsi untuk dilihat mata dan bahkan dilihat oleh mata setiap waktu, itu yang kurang wajar.
Trus solusinya gimana bang! Masak harus dibuang. Atau dijual saja ya? Atau gimana sih!! :-(
Solusi terbaik untuk saat ini adalah memang dengan "dibuang saja itu barang". Atau kalau nggk gitu, disimpen yang rapi yang jauh! Dari jangkauan pandangan mata, yang sekiranya kita nggk mungkin ngeliat barang-barang tersebut dalam waktu dekat-dekat ini (proses menuju move on). So, jika suatu saat kita sudah move on, kita nggk bakalan baper pas kebetulan/sengaja ngeliat itu barang pemberian dari si do'i. :-D
Suka Nyeritain Kenangan Bersama Si Do'i Ke Temen
Kenapa kita masih suka menceritakan kenangan bersama si do'i sewaktu kita lagi kumpul sama temen-temen kita! :-)
Karena kita gagal move on!! Betul banget! Itu adalah jawaban yang paling betul yang penulis dapet selama ini. :-D Kenapa coba kita masih peduli dengan kenangan sewaktu masih ada hubungan sama si do'i. Kalau sudah menjadi kenangan, yasudahlah tak apa. Dan tak perlu dibuat bahan cerita ke temen-temen pas lagi ngumpul. Kalau kita masih suka menceritakan kenangan tersebut yang akhirnya bikin kita baper trus kapan dong kita move on nya! :-D :-) ;-)
Suka Ngedengerin Lagu Yang Bikin Galau
Kalau pada waktu-waktu tertentu saja kita ngedengerinnya lagu yang bikin galau. Penulis rasa itu adalah hal yang wajar. But, kalau tiap hari/waktu/saat kita ngedengerin lagu galau. Itu yang kurang ajar (ups!!) kurang wajar maksudnya. :-D
Ngedengerin lagu yang bikin galau nggk papa yah. Tapi, jangan terlalu sering, ntar yang ada kita baper, trus mewek dikamar :-D Dan karenanya, solusi terhebat yang penulis temukan, yakni dengan sering-sering mendengarkan sholawat. :-* :-)
Suka Emosi Kaga Jelas Sewaktu Denger Kabar Bahwa Si Do'i Sudah Bahagia Sama Yang Baru
Oh no!! Kita suka emosi-mosi nggk jelas nih pas denger kabar/cerita kalau si do'i habis hangout/dinner/nge-date sama yang baru. Kenapa kita seperti itu!! Ayolah, relakan dia untuk bahagia dengan yang baru. Begitupun dengan kita, mari mencoba hal-hal yang baru, tentunya hal-hal yang dapat menumbuh kembangkan bakat serta kreativitas kita. Jadikan saja emosi itu sebagai power untuk kita berubah menjadi manusia yang lebih baik. Okey!! ;-)
Suka Ngebandingin Si Do'i Sama Orang Yang Lagi Deket Sama Kita
Sewaktu kita putus sama si do'i nih. Pernah nggk sih, langsung punya temen deket/istilahnya sebangsa pelarian? :-D
Kalau jawabnya pernah! Berarti kita sama. :-( Well, apa kita juga pernah ngebandingin orang tersebut sama si do'i (dalam hati)?
Kalau jawabnya pernah!! Selamat, kita sama lagi. :-D Dan karenanya, dalam situasi seperti itu, penulis berharap untuk kita nggak ngebadingin antara orang yang lagi deket sama kita dengan si do'i yang tlah jauh pergi. :-)
Karena apa? Yang ada kita hanya akan melampaui jauh kebebasan untuk menyayangi. Bukankah setiap manusia memiliki karakter yang berbeda? Well, jangan pernah deh! Ngebandingin dia sama si do'i, ntar yang ada bukan dia yang bisa menggantikan si do'i dalam hati. Eh! malah dia yang jadi pelarian kita buat ngelampiasin emosi kita yang disebabkan oleh putusnya kita sama si do'i. ;-) :-D
So, jadilah manusia yang bijak, yang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ini hati guys, tempat untuk menyandarkan rasa, bukan tempat untuk memperkaya emosi dan melampiaskannya ke orang lain. :-*
Suka Ngebayangin Kenangan Sama Si Do'i
Pas lagi nganggur nih, kaga ada aktivitas. Apasih yang situ lakukan? Ngebayangin kenangan sama si do'i!!
Yaa Tuhan. Kalau setiap nganggur kita selalu melakukan hal tersebut. Berarti: Selamat! Kalian adalah termasuk dalam kategori generasi gagal move on. :-D
Bisa kan! Mencari kesibukan/aktivitas yang lebih bermanfaat, supaya tidak selalu membuang-buang waktu dengan ngebayangin kenangan sama si do'i. :-*


Skip ->
Nah, itulah beberapa ulasan terkait ciri-ciri gagal move on. Well, mana kaitannya dengan piknikmu kurang jauh, bang? :-D Okey, sabar yah. Ini adalah studi kasus yang penulis alami secara real yang juga menjadi keluh kesah penulis selama menjalani proses move on. Ups!! (huihuihui) :-D :-) ;-) :-D :-D

Selama proses move on, penulis sering pergi ke tempat dimana dulu penulis dan si do'i sering kunjungi. Contoh, seperti di pantai, angkringan, gunung dll.
Nah dari situ penulis merasa. Oh iyaa-ya!! Ternyata penulis belum bisa move on, buktinya masih suka ke tempat-tempat favorite sewaktu masih sama si do'i. :-( Kalau cuma hangout/mencari inspirasi sih wajar ya. Tapi, ini sambil ngebayangin kenangan sama si do'i loh!! Parah banget! :-( :-) Tapi nggk papa, kalau nggk seperti itu, mana mungkin penulis bisa bercerita seperti ini kepada kalian :-D yaa nggk! ;-) :-)

Dan karenya, kalau hanya sekedar ingin mencari inspirasi (nggk ingin mengenang, kenangan sama si do'i ditempat yang biasa kalian kunjungi berdua) baiklah, have fun! Kalau mau ke tempat favorite yang biasa kalian (sama si do'i) kunjungi, yang penting jangan baper. Dan kalau masih baper! Coba cari tempat lain untuk menemukan segudang inspirasi.

Dan kalau masih belum mau melakukan tips disela-sela uraian yang seperti tertulis diatas. Maka selamat! Kalian gagal move on karena piknik kalian kurang jauh (heuheuheu). :-D :-) :-D ;-)

Okey-okey, just kidd guys. Ini hanya tulisan disela-sela waktu kosong. Dari pada nganggur, ya kan! Mendingan nulis, barang kali jadi inspirasi buat kalian yang membutuhkan. :-* :-D Dan akhir kata, semoga menginspirasi :-) Tidak ada unsur singgung--menyinggung dalam tulisan ini :-D

See you........ :-) :-* :-D ;-)
Kudus, 08/05/17

Related Posts:

0 Response to "Move On! Sudah Gagal Move On, Tertimpa Kenangan Masa Lalu Pula. Piknikmu Kurang Jauh, Guys!!"

Post a Comment