Cahaya Syahadah: Pada Sebuah Tanda




Muhammadku,
Aku merasakan Indah
menyebut keindahan sifatmu yang terpuji
meski engkau tersakiti tidak menyakiti
meski terdzalimi tidak mendzalimi
meski ternistakan kata kotor tidak menistakan

Pujaanku,
mereka merasakan hangat musim hujan dan desir angin
manyatukan kehangatan cinta yang mereka cibir
perilakumu yang menyenangkan semua zaman
pilihanmu yang membebaskan kata kecuali
perbedaanmu yang membenarkan siapa pun

Cahayaku,
bintang begitu gemerlapan
bulan memancarkan cahaya
matahari menatapkan sinar pagi
gerak diri yang terang dan memancarkan api cinta
sikap mengikuti kehendak suci nun abadi

Semestaku,
karena muhammadku lautan jiwa terhampar luas
silihberganti para utusan menandai kenabian
berdiri membacakan kalam tasbih
bergerak seluruh kesemestaan menuju kehedak abadi
tidak menistakan yang lupa dan berbuat kesalahan

Tuhanku,
hadir menggerakkan altar lathifNya
memasuki alttar lathifah penduduk bumi
berdentum lagu syukur penuh makna kerelaan
memancarkan cahaya mengingat bersama ruhNya
membuka ketajaman akal kepasrahan

Muhammadku,
menyatukan asa kehendak terbuka luas
menajamkan kecerdasan hati indah untuk semua
pada unsur kesemestaan dan kemanusiaan
mereka yang menistakan dan melupakannya
kami malu mengingat jejak yang elok dan penuh cahaya

kesaksianku kepadaMu Yang Esa
Dan jejak kenabian Muhammad yang menaburkan Cinta

Rembang, 11 Mei 2017
Ubaidillah Achmad
: Penulis Islam Geger Kendeng dan Suluk Kiai Cebolek

Related Posts:

0 Response to "Cahaya Syahadah: Pada Sebuah Tanda"

Post a Comment