Serawung Kaum Muda Lintas Agama: Para Pemuda Dari Berbagai Agama Bersatu Melawan Radikalisme Dan Menciptakan Harmoni Dalam Keragaman

Sumber gambar penakatolik.com

Lebih dari 3.000 kaum muda dari berbagai komunitas agama yang berbeda berkumpul di Semarang, Jawa Tengah untuk menghadiri pertemuan antaragama, pertemuan ini sendiri diselenggarakan pada tanggal 05 Maret 2017 yang lalu oleh Komisi Ekumene dan Antaragama Urusan Keuskupan Agung Semarang dan dengan lima universitas (tiga Islam, satu publik, satu Katolik).

Pertemuan ini dihadiri oleh pemuda Indonesia dari 71 komunitas yang berbeda. Dan dipimpin oleh Fr. Lukas Awi tristanto, sekretaris Komisi Ekumene dan Antaragama Urusan Keuskupan Agung Semarang dan dihadiri oleh Walikota Semarang, dalam pertemuan ini Hendrar Prihadi yang mengatakan: "Mereka yang tidak bersedia menerima keragaman, silahkan meninggalkan Indonesia".

Berbicara kepada Fides, Fr. Lukas Awi Trisanto mengatakan bahwa acara antaragama memiliki tujuan utama dari "Membangun persaudaraan sejati dan menolak intoleransi": "Menjadi bagian dari komunitas agama di Indonesia berarti mengakui iman seseorang bersama orang lain yang mengaku agama yang berbeda", katanya.

Sekarang pemuda berkomitmen untuk "cinta dan menciptakan harmoni dalam keragaman, dalam rangka membangun peradaban cinta untuk masyarakat yang sejahtera, bermartabat, tanpa memandang latar belakang agama".

Terlepas dari upaya untuk terus membangun persaudaraan dan persahabatan sejati, deklarasi akhir dari pertemuan tersebut mengacu pada "mendukung Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan prinsip Bhineka Tunggal Ika 'di masyarakat kehidupan bangsa ".

Beberapa pemimpin agama berbicara dan menawarkan refleksi mereka selama pertemuan: K.H. Ubaidillah Achmad (Muslim), Pastor Aloys Budi Purnomo (Katolik), Pendeta Tjahjadi Nugroho (Protestan), Pandita Aggadhammo Warto (Buddha), Andi Tjiok (Konghucu), Nengah Wirta Darmayana (Hindu), Sumarwanto (kultus adat).

Buddha Warto meminta orang-orang muda untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan untuk pengembangan Indonesia; Hindu Darmayana mengatakan bahwa "persatuan Indonesia direalisasikan ketika orang Indonesia memupuk saling menghormati".
Simbolik harmoni dalam keragaman oleh para tokoh Agama. Sumber gambar arrahmah.co.id

Menurut K.H Ubaidillah Achmad, "agama yang mengabaikan keberagaman bukanlah agama yang benar". Tjahjadi meminta kepada kaum muda untuk "berterima kasih kepada Tuhan dan berdoa agar Indonesia dapat bertahan hidup radikalisme, terorisme dan intoleransi". Sumarwato percaya bahwa orang tidak toleran "adalah mereka yang tidak memahami esensi dari keilahian universal". Sedangkan ayah Purnomo menekankan perlunya "untuk membangun persaudaraan sejati dan masyarakat di mana ada kesejahteraan, martabat dan kedamaian, terlepas dari iman setiap orang".


[Sumber Agenzia Fides Berbentuk Bahasa Inggris Dan Diterjemahkan Oleh shivaul.com Ke Dalam Bahasa Indonesia]

Related Posts:

0 Response to "Serawung Kaum Muda Lintas Agama: Para Pemuda Dari Berbagai Agama Bersatu Melawan Radikalisme Dan Menciptakan Harmoni Dalam Keragaman"

Post a Comment