Menjaga Ibu Bumi Beralas Harapan


Oleh Ubaidillah Achmad

Ibu, kapan pulang....
anak putu podo kangen
kisahe gunung titipan iki,
punjere kauripan donya
kang aran dewi ayu kinasih
Pancen kudu di uri uri

Anak putune podo kangen,
Ibu Tersengat
Terik matahari pada Istana Raja

bersabarlah.
engkau bersusah payah,
merajut harapan dengan keringat
beralas panas aspal
berteduh pada sejarah manusia
bercermin pada
keserakahan kapital kutub bumi
bersenandung ibu bumi.
wahjahmu kian berseri
guratan itu berubah indah
kisahmu yang polos dan lucu
tekadmu bagi aktivis kemanusiaan
memetik kisah langit langit kenabian:

langit pertama, Adam mengajak menjaga prinsip kebenaran
langit kedua, Isa mengajak semangat menjalani hidup dengan keringat
langit ketiga, Idris mengajak bersikap kreatif
langit keempat, Yusuf mengajak mengendalikan nafsu
langit kelima, Musa mengajak ketegasan membela kebenaran
langit keenam, Harun mengajak menjaga komitmen
langit ketujun, Ibrahim mengajak untuk berkorban atas nama kebenaran

Ibu berkisah antara keserakahan dan nasionalisme
Ibu Bumi sudah tersakiti,
kita bernafas bersama........
menjaga bumi negeri ini

Rembang, 25 Desember 2015


Ubaidillah Achmad, Penulis buku Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Dosen UIN Walisongo Semarang, Pengasuh Majlis Kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

Related Posts:

0 Response to "Menjaga Ibu Bumi Beralas Harapan"

Post a Comment