FPI Dan Habib Rizieq: Manfaat atau Malapetaka Bagi Umat Islam


Oleh Ubaidillah Achmad

Dalam kondisi apapun Habib Riziq seorang Ulama, yang suka berpolitik, disertasi beliau jika tidak salah membahas seputar ASWAJA DAN PANCASILA. Saya tidak menyanyangkan, namun ini realitas, bahwa beliau berbeda dengan banyak Ulama, baik Ulama yang berkiprah di NU maupun Ulama yang berkiprah di Muhammadiyah. Jangankan dengan cara para Ulama yang lain, dengan cara Nabi Agung, Nabi Muhammad pun, Habib Rizieq berani berbeda: bagaimana menyampaikan risalah kenabian?

Meskipun Habib Rizieq sering membicarakan Islam dan umat Islam serta melawan kemaksiyatan di Jakarta, namun cara menyampaikan makna risalah kenabian yang disampaikannya berbeda dengan cara menyampaikan makna risalah yang langsung disampaikan Nabi agung, Nabi umat Islam (termasuk keislaman Habib Rizieq dan saya), Nabi Akhir zaman, bernama Al Mustafa, Al Mujtaba, Al Muntaqa, Al Murtadla Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Misalnya, Habib Rizieq dalam menyampaikan Islam lebih suka konfrontatif.

Sementara Nabi Muhammad kita, mencontohkan atau menyampaikan Islam bukan dengan mengulang ulang kata Islam, namun lebih pada mengulang ulang tanpa henti dan rasa bosan untuk mempraktekkan arti penting menjaga relasi suci dengan Allah, kemanusiaan, keadilan dan persamaan antar sesama umat manusia. Beliau iuga sering mengulang-ulang perlunya membebaskan para budak, para perempuan yang tereksploitasi pada zamannya, dan berjuang meluruskan kembali relasi kuasa yang tidak seimbang serta melawan kapitalisme zamannya.

Sedangkan, dalam konteks sikap dan perilaku, pembawa cahaya kenabian Nabi Muhammad kita, menyampaikan risalah kenabian dengan cara bersikap secara santun dan mengedepankan kasih sayang serta lebih suka memaafkan kepada sesama umat manusia. Nabi Muhammad, juga menegaskan dihadapan siapa pun, bahwa semua anak cucu Adam, adalah benar benar telah dimuliakan oleh Allah Jalla Jalaluhu.

Nabi Muhammad mengambil hikmah dan berdialog dengan siapa pun dari agama dan tradisi mana pun dengan tidak membedakan sifat kemanusiaan. Berbeda dengan sang modeling agung, Nabi Muhammad, peran dan gerakan Keislaman Habib Rizieq masih menghitung dan menimbang bagaimana memberikan kearifan dan memaafkan pihak pihak yang dianggapnya bersalah. Tulisan ini tidak bermaksud menyalahkan pilihan pola gerakan Habib Rizieq, namun menyampaikan dari apa yang saya baca. Dalam konteks yang lain, Habib Rizieq juga sah membaca dari apa yang saya lakukan selama ini, yaitu mempertahankan lingkungan lestari di pegunungan kendeng.

Masih berbeda dengan sang tauladan terbaik (Uswah hasanah), Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, pandangan dan gerakan Habi Rizieq lebih pada objek yang terkait langsung dengan politik dan sistem kekuasaan. Ada beberapa yang langsung berhadapan dengan sumber kejahatan, juga tidak banyak mendapatkan perhatian Habib Rizieq. Misalnya, sumber jaringan narkoba, pusat kawasan prostitusi kota jakarta seperti Kalijodo, mengawal gerakan anti korupsi, masalah lingkungan hidup, dan lain lain. Banyak yang luput dari gerakan Habi Rizieq. Mengapa? karena tidak berdampak pada politik dan simbol komunal yang dibangun oleh Habib Rizieq.

Saya atau juga kita semua benar benar tidak tahu, bahwa Habib Rizieq sedang lupa atau melupakan diri tentang makna risalah kenabian. Misalnya, Nabi Muhammad tidak pernah secara lisan mengungkapkan, beliau telah menolak sistem perbudakan, namun sudah tidak menjadi rahasia umum, bahwa Nabi Muhammad telah memerintahkan kepada para sahabat dan umat Islam untuk membebaskan para budak. Banyak para budak yang dibebaskan oleh Nabi Muhammad dan para pengikut setia Nabi kita, Nabi Muhammad.

Jadi, sesaat umat Islam boleh membaca gerakan Habib Rizieq, namun jangan lupa, bahwa yang menjadi objek tujuan gerakan Habib Rizieq masih objek yang berada pada kulit luar kejahatan di negeri ini, masih banyak inti objek gerakan yang terlupakan oleh Habib Rizieq. Misalnya, memberantas korupsi, memberantas jaringan narkoba, memberantas kejahatan yang merusak inti ajaran Islam: membangun relasi suci dengan Allah, menjaga nilai kemanusiaan, keadilan, dan persamaan.

Meskipun demikian, Habib Rizieq sama dengan yang lain, sebagai manusia yang dimuliakan oleh Allah, beliau punya kelebihan ilmu dan kecerdasan, namun masih perlu untuk mengurangi pilihan dakwah yang masih berada di kulit luar, dan masih perlu juga menambah agenda gerakan yang langsung menyentuh inti risalah, yaitu menjaga relasi suci kosmologi. Karena hidup ini, yang inti adalah mencari Ridlau Allah dan beribadah kepada-Nya serta mencontoh Nabi Muhammad, menjaga kelangsungan nilai kemanusiaan dan kelangsungan kesemestaan.

Bagaimana terkait dengan pertanyaan yang diajukan kepada saya: FPI dan Habib Rizieq itu Manfaat atau Malapetaka bagi Umat Islam? tentu saya tidak bisa menjawab selain hanya bisa menyampaikan apa yang saya baca. Selebihnya dan tentang pertanyaan itu silahkan yang bisa menjawabnya. Bagi saya, tiada kata yang lebih indah, selain kata yang terucap dari lisan orang orang yang beriman dengan ungkapan: Wa-Allahu A’lam.

Rembang, 05 12 2016


Ubaidillah Achmad, Penulis buku Islam Geger Kendeng dan Suluk Kiai Cebolek, Dosen UIN Walisongo Semarang, Khadim Majlis Kongkow As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

Related Posts:

0 Response to "FPI Dan Habib Rizieq: Manfaat atau Malapetaka Bagi Umat Islam"

Post a Comment