Aksi Cor Kaki Jilid II: Semar UI Dukung Petani Kendeng Desak Presiden Hentikan Aktivitas Pabrik Semen

Selasa (14/3) petani Kendeng kembali mengadakan Aksi Cor Kaki Jilid II di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Aksi itu merupakan bentuk protes atas pendirian pabrik semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Rembang, Jawa Tengah.

Aksi tersebut diikuti oleh sebelas orang petani dari wilayah sekitar Gunung Kendeng dan peserta akan bertambah hingga pemerintah mencabut Izin Lingkungan baru yang dikeluarkan oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.

Koordinator Internal Serikat Mahasiswa Progresif (Semar) UI, Yanuar Farhanditya,  menyatakan pihaknya mendukung Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan petani untuk mendesak pemerintah guna menghentikan aktivitas pabrik semen. Baginya, ada banyak faktor yang merugikan dalam aktivitas itu.

“Akumulasi, ekologis karena di karst itu ada sumber air, pengelolaan negara pada umumnya dan Rembang khususnya yang kurang inklusif, represi aparat, dan putusan hukum yang dengan mudahnya diinjak-injak,” tutur Yanuar.


Kronologis Pengawalan Isu Pabrik Semen
Dalam perjalanan panjang advokasi Semar, isu tersebut dimulai dari adanya pengawalan ibu-ibu JMPPK yang melakukan aksi cor kaki pertama. Selain itu, ada juga kerjasama antara Kamuka Pawarta (KAPA) FT UI, BEM FIB, dan FISIP untuk pemutaran film ‘Samin vs Semen’ hingga diskusi publik dengan beberapa ahli. Menanggapi hal tersebut, Semar UI berharap aksi dapat terus berlanjut.

Sebelumnya, pada Rabu (5/10) lalu, Mahkamah Agung sempat mengabulkan gugatan petani Kendeng untuk mencabut Izin Lingkungan Pembangunan Pabrik dan Pertambangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang melalui Putusan Peninjauan Kembali Nomor 99 PK/TUN/2016.

Saat ditemui di depan Istana Negara, Asfinawati selaku ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyayangkan sikap Gubernur Jawa Tengah terkait pengeluaran izin baru yang dinilainya melawan putusan pengadilan.

Dalam siaran pers Advokat YLBHI, Ganjar Pranowo mengaku menggunakan diskresi dalam keputusannya. Artinya, ia telah abai terhadap Putusan Mahkamah Agung. Ganjar melawan perintah Presiden Joko Widodo serta telah melanggar berbagai aturan di negeri ini.

“Ini bentuk pengorbanan mereka (petani -red) demi bumi, maka  mereka punya nyanyian (Ibu Bumi -red) mereka mau menjaga Ibu Bumi, mereka bilang, kemana lagi mereka harus mengadu kan?” kata Asfinawati.
“Sudah ke Mahkamah Agung, ke Presiden, ke kantor Staf Presiden (KSP), tetapi tindakan main hakim sendiri melawan hukum oleh Gubernur dibiarkan, jadi ini bentuk mungkin upaya terakhir mereka, begitu,” tambahnya.

Teks: Rifa Fauzyandi dan Esty Pratiwi
Foto: Cherryl S
Editor: Eri Tri Anggini

[repost] suaramahasiswa.com

Related Posts:

0 Response to "Aksi Cor Kaki Jilid II: Semar UI Dukung Petani Kendeng Desak Presiden Hentikan Aktivitas Pabrik Semen"

Post a Comment